Kedaulatan Rakyat, hal. 3, 6/2/2103
Agus Effendi, Ketua Komisi A DPRD asal PKS mengatakan bahwa inilah dinamika politik. Kita tetap berpegang teguh pada asas hukum praduga tak bersalah.
Assalamu'alaikum wrwb. Selamat datang di blogs resmi DPD PKS Bantul. Saat ini adalah masa ujicoba blogs. segala masukan dan komentar dipersilakan untuk disampaikan lewat blogs ini atau lewat email dpdpksbantul@gmail.com. Terimakasih. Wassalamu'alaikum wrwb.
Rabu, 06 Februari 2013
Minggu, 30 Desember 2012
PKS DIY Gelar Musykerwil
YOGYA (KRjogja.com) - Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) DIY menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil)di Gedung Olahraga SMPIT Abu Bakar Ash Shidiq, Yogyakarta, Minggu (30/12/2012).
Ketua DPW PKS Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr Sukamta menjelaskan dalam Musyawarah Kerja Wilayah menjelaskan pandangan masyarakat terhadap partai politik semakin pesimis, namun tidak ada alternatif pilihan lain untuk menentukan masa depan negara kecuali melalui pemilihan umum (pemilu).
"Rakyat tidak ada pilihan lain selain memilih calon pemimpin lewat pemilu. Hanya partai politik yang memiliki hak untuk ikut dalam pemilu." ujar Sukamta melalui keterangan tertulisya.
Sukamta menambahkan partai politik memiliki tanggung jawab yang besar untuk membawa perubahan negara pada kondisi yang lebih baik. Tidak perlu menganggap parpol lain sebagai musuh, karena tantangan sesungguhnya ada pada diri sendiri.
"Semua parpol sah memiliki amanah yang tidak mudah, dan kita tidak perlu melihat partai lain sebagai musuh atau lawan. Lawan utama kita justru ada pada diri sendiri." tambahnya.
Sukamta menambahkan Muskerwil ini sebagai 'peluit' bagi semua kader untuk memulai kerja-kerja dengan orientasi perubahan masa depan Indonesia menuju arah yang lebih baik. (Tom)
Tomi Sujatmiko | Minggu, 30 Desember 2012 | 13:58 WIB
lihat di http://krjogja.com/read/156393/pks-diy-gelar-musykerwil.kr
Jumat, 28 Desember 2012
PKS Bantul mengadakan Seminar Tentang Peran Ganda Perempuan
Harjo, 26 Desember 2012
PKS Ikut mensemarakkan Peringatan Hari Ibu 22 Desember
Bantul- Selama ini, perempuan masih mengalami kesulitan dalam menjalankan peran membangun ketahanan keluarga sekaligus berpartisipasi dalam membangun ketahanan masyarakat. Padahal perempuan mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk memaksimalkan potensi dirinya demi meningkatkan harkat dan martabat perempuan.
Untuk itu, dalam rangkaian Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember lalu, Biro Jaringan Lembaga Wanita DPD Partai Keadilan Sejahtera Bantul telah mengadakan Seminar mengenai “Peran Ganda Perempuan dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia dengan Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Bangsa” di ruang Paripurna, DPRD Bantul pada hari Ahad, 23/12/12.
Seminar ini dibuka oleh Asekda Bantul, Drs. Mardi Ahmad, mewakili Bupati Bantul. Panel menghadirkan Ibu Sri Hartati (Badan Pemberdayaan Perempuan DIY), Pihasniwati, S. Psi. (Direktur dan Owner PPT Metamorfosa Yogyakarta, dosen Prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga dan Dr. Siti Urbayatun (Ketua Prodi Magister Psikologi Profesi UAD, Ketua Ikatan Psikologi Klinis DIY).
Ketua panitia, dr. Ani Yuni Hastuti menyampaikan kepada Harian Jogja bahwa maksud seminar ini adalah memberikan pemahaman yang benar tentang peran ganda perempuan, membuka kesadaran dan evaluasi kepada perempuan untuk dapat menjalankan peran gandanya dengan baik, dan menjaga hubungan antar peran ganda perempuan dengan terciptanya stabilitas serta harmonisasi dalam keluarga dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Hartati mengatakan, “dari sisi regulasi dan program yang diluncurkan pemerintah sesungguhnya banyak hal yang dihasilkan oleh BPPM, hanya saja informasi terkait perlindungan anak dan perempuan tidak banyak diketahui masyarakat. Perlu sosialisasi yang masif agar terbentuk masyarakat yang ramah terhadap anak dan perempuan.
Sedangkan Pihasniwati menyampaikan bahwa perubahan dari atas atau pemerintah memang tidak terlalu menguntungkan dari sisi percepatan bergulirnya perubahan menjadi lebih baik, maka sarannya adalah memulai dari diri sendiri, dari yang kecil tapi konkrit perlu segera dimulai.
“Memberikan membiasakan menyapa/menasihati dalam kebaikan adalah satu langkah efektif, selama hal itu didorong niat tulus dan penuh cinta pada lingkungan agar terbentuk kondsi yang lebih baik. Kepekaan sosial perlu diwujudkan pada lingkungan terdekat kita masing-masing. Menjadi Ibu tidak hanya untuk anak biologis, tapi juga bagi anak-anak di lingkungan sektiar kita,” ungkap Beliau.
Terakhir, Siti Urbayatun mengatakan bahwa sesungguhnya tak ada perempuan yang menganggur, “Selain karena tugas domestiknya, perempuan yang tidak bekerja di sektor formal juga disibukkan dengan tugas kemasyarakatan. Jadi sesungguhnya ibu rumahtangga juga melakukan peran ganda”, katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPD PKS Bantul, Jupriyanto, S. Si., yang juga anggota DPRD Bantul menegaskan bahwa DPD PKS Bantul menyediakan kesempatan kepada perempuan untuk aktif mengisi ruang-ruang publik serta tampil di depan masyarakat. “Oleh karena itu, PKS mengajak masyarakat untuk kembali merenungi dan memberikan penghargaan terhadap peran para perempuan khususnya ibu-ibu kita.,” Pungkas Jupriyanto.
Sekian
Selasa, 04 September 2012
Bukti lemahnya pengawasan, Pemkab wajibkan ayam mati dimusnahkan
Radar hal. 5 tgl 1/9/12
Arif Haryanto, Wakil Ketua III DPRD Bantul mengatakan Pemkab memperketat pengawasan. Tidak hanya itu, Pemkab harus mengajak kalangan Ibu-Ibu PKK ikut mengawasi keberadaan usaha makanan rumahan yang ada di sekelilingnya.
21% APBD habis untuk tunjungan guru
Harjo hal. 15 Tgl 4/9/12
Amir Syarifuddin, Sekretaris Komisi B DPRD Bantul dari FPKS, berharap agar studi banding itu dapat membawa perubahan yang signifikan dalam menekan tingginya anggaran untuk belanja pegawai. " Butuh keberanian bagi Pemkab Bantul untuk melakukan perampingan struktur PNS," pungkasnya.
Rilis berita DPD PKS Bantul terkait peredaran Bakso Ayam Tiren
Pemkab diminta awasi Bakso, bernas hal. 4 Tgl 3/7/12
(Tamat). Humas DPD PKS Bantul
Diduga masih banyak produksi bakso ayam tiren KR hal. 4 Tgl 1/9/12
Rilis Berita
Fraksi Partai Keadilan
Sejahtera DRDP Kab. Bantul
Adanya Peredaran Bakso
Ayam Tiren Menjadi Keprihatinan Fraksi PKS DPRD Bantul
Bantul, 30/8/2012-
Sehubungan dengan ditemukannya rumah produksi bakso berbahan baku bangkai ayam
kemarin atau ayam tiren, Fraksi PKS DRPD Bantul menyatakan prihatin
dan menduga masih banyak lagi tempat-tempat yang memproduksi bakso dari bahan
ayam tiren tersebut. Hal ini tentu akan meresahkan masyarakat Bantul yang
mayoritas menyukai kuliner bakso.
Amir Syarifuddin,
Sekretaris Fraksi sekaligus sekretaris Komisi B menyatakan dukungannya terhadap
pengawasan dan kontrol Pemda Bantul yang lebih besar terhadap aktivitas
produksi panganan rakyat khususnya bakso. “Kami akan mendorong anggaran yang
lebih untuk upaya pengawasan dan pemantauan terhadap peredaran makanan rakyat
seperti bakso, mie ayam, dan sebagainya.”
Kepedulian PKS
terhadap peredaran bakso yang aman dikonsumsi juga didorong oleh aspirasi
masyarakat. Banyak masyarakat yang menyampaikan ketakutan mereka untuk
mengkonsumsi daging bakso yang aman. Untuk itu, mereka meminta kepastian dan
jaminan bakso yang mereka santap.
Untuk itu, slogan ASUH
(Aman-Sehat-Utuh-Halal/hiegenis) perlu digalakkan di kalangan masyarakat Bantul
sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih dan
membeli bakso. Jika kesadaran masyarakat sudah terbentuk maka pengawasan akan
lebih efektif karena dari pihak Pemda dan masyarakat.
Lebih lanjut, Agus
Effendi, Ketua Komisi A menambahkan bahwa kepada instansi-instansi terkait agar
terus melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap produk makanan sehingga
masyarakat merasa tenang dan produsen yang baik tidak mendapatkan dampak
negatif dari kejadian tersebut.
Plat Merah Harus Irit
Radar Jogja hal. 5 Tgl 23/7/12
Arif Haryanto, Wakil Ketua III DPRD Kab. Bantul dari FPKS menyatakan eksekutif Pemkab Bantul belum pernah membicarakan mengenai rencana dikeluarkannya regulasi tentang pengalihan BBM bagi mobil plat merah dari Premium ke Pertamax.
Langganan:
Komentar (Atom)








